Saturday, May 6, 2017

Jenis dan Tipe Skala Pengukuran Dalam Statistika

Jenis dan Tipe Skala Pengukuran Dalam Statistika
Jenis dan Tipe Skala Pengukuran Dalam Statistika. Skala pengukuran adalah ukuran yang disepakati untuk menentukan Panjang pendeknya interval yang ada pada alat ukur yang dapat digunakan sehingga dapat mendapatkan hasil dalam skala umum. Jadi dalam bahasa gamblangnya suatu alat ukur yang digunakan secara umum sehingga bisa mendapatkan hasil yang sama jika digunakan dimana saja.

Jenis dan Type Pengukuran

1. Skala Nominal

Skala nominal adalah skala pengukuran paling sederhana. skala yang memungkinkan peneliti mengelompokkan objek, individual atau kelompok kedalam kategori tertentu dan disimbolkan dengan label atau kode tertentu, selain itu angka yang diberikan kepada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukan tingkatan. Skala nominal bersifat mutually excusive atau setiap objek hanya memiliki satu kategori (Lababa : 2008)

2. Skala Ordinal

Skala nominal tidak hanya menyatakan kategori tetapi juga menyatakan peringkat kategori tersebut (Septyanto : 2008). hasil pengukuran skala ini dapat menggambarkan posisi atau peringkat tetapi tidak mnegukur jarak antar peringkat.
Tingkat pendidikan atau kekayaan, dalam pengukuran yang mengelompakan status sosial, hasil pengukuran tidak dapat memberikan informasi mengenai perbedaan antara status sosial (tinggi ke rendah, rendah ke sedang dan tinggi ke sedang) belum tentu sama.
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Tingkat kesembuhan
  • Derajat keganasan kanker
3. Skala Interval

Skala interval adalah suatu skala pemberian angka pada klasifikasi atau kategori dari objek yang mempunyai sifat ukuran ordinal, ditambah satu sifat lain yaitu jarak atau interval yang sama dan merupakan ciri dari objek yang diukur. Sehingga jarak atau intervalnya dapat dibandingkan.
Skala interval bisa dikatakan tingkatan skala ini berada diatas skala ordinal dan nominal. Selanjutnya skala ini tidak mempunyai nilai nol mutlak sehingga tidak dapat diinterpretasikan secara penuh besarnya skor dari rasio tertentu.

4. Skala Rasio (Skala Nisbah)

Skala rasio mempunyai semua sifat skala interval ditambah satu sifat yaitu memebrikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang diukur. Skala rasio merupakan skala pengukuran yang ditujukan pada hasil pengukuran yang bisa dibedakan, diurutkan, mempunyai jarak tertentu, dan bisa dibandingkan (paling lengkap, mencakup semuanya dibanding skala-skala dibawahanya).

Tipe Skala Pengukuran

Dari ke empat jenis skala, ternyata skala interval lah yang sering di gunakan untuk mengukur fenomena/gejala social. Para ahli sosiologi membedakan dua tipe skala menurut fenmena social yang di ukur yaitu :

 I.  Skala pengukuran untuk mengukur prilaku susila dan kepribadian
  1. Skala sikap
  2. Skala moral
  3. Test karakter
  4. Skala partisipasi social
II. Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya dan lingkungan social.
  1. Skala untuk mengukur status social ekonomi
  2. Lembaga-lembaga social kemasyarakatan
  3. Kondisi kerumahtanggaaan

Ciri-Ciri Pengukuran Yang Baik

Menurut Suharsimi Arikunto bahwa suatu tes dikatakan sebagai alat pengukur yang baik jika memiliki validitas, reliabilitas, objektivitas, praktikabilitas, dan ekonomis.
  1. Validitas
    Sebuah tes dikatakan memiliki validitas apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Artinya, tes yang diberikan kepada peserta didik harus dapat menjadi alat ukur terhadap tujuan yang sudah ditentukan sebelum tes dilaksanakan.
  2. Reliabilitas
    Reliabilitas berasal dari kata reliability, reliable yang artinya dapat dipercaya, berketetapan. Sebuah tes dikatakan memilki reliabilitas apabila hasil-hasil tes tersebut menunjukkan ketetapan. Artinya, jika peserta didik diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan maka setiap siswa akan tetap berada pada urutan yang sama dalam kelompoknya.
  3. Objektivitas
    Objektivitas dalam pengertian sehari-hari berarti tidak mengandung unsur pribadi. Kebalikannya adalah subjektivitas, yang berarti terdapat unsur pribadi. Jadi, sebuah tes dikatan objektif apabila tes itu dilaksanakan dengan tidak ada faktor pribadi yang mempengaruhi, terutama pada sistem scoring.
  4. Praktikabilitas
    Sebuah tes dikatakan memilki praktikabilitas yang tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis. Artinya, tes itu mudah dilaksanakan, mudah pemeriksaannya, dan dilengkapi dengan petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan atau diawali oleh orang lain dan juga mudah dalam membuat administrasinya.
  5. Ekonomis
    Tes memilki sebutan ekonomis apabila pelaksanaan tes itu tidak membutuhkan ongkos atau biaya yang mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang lama.

Pengembangan Pengukuran Yang Baik

Menurut Hadjar, dalam suatu penelitian tertentu, peneliti harus mengikuti langkah-langkah pengembangan instrumen, yaitu:
  1. Mendefinisikan variabel
  2. Menjabarkan variabel ke dalam indikator yang lebih rinci
  3. Menyusun butir-butir
  4. Melakukan uji coba
  5. Menganalisis kesahihan (validity) dan keterandalan (reliability).
Suryabrata berpendapat bahwa langkah-langkah pengembangan alat ukur khususnya atribut non-kognitif adalah:
  1. Pengembangan spesifikasi alat ukur
  2. Penulisan pernyataan atau pertanyaan
  3. Penelaahan pernyataan atau pertanyaan
  4. Perakitan instrumen (untuk keperluan uji-coba)
  5. Uji-coba
  6. Analisis hasil uji-coba
  7. Seleksi dan perakitan instrumen
  8. Administrasi instrumen
  9. Penyusunan skala dan norma.
Itulah sekilas tentang Jenis dan Tipe Skala Pengukuran Dalam Statistika. Skala-skala diatas berlaku secara umum diseluruh dunia. Sehingga kemanapun anda pergii cara tersebut dapat anda gunakan.

No comments :

Post a Comment