Tuesday, January 10, 2017

Novel Sastra Belenggu Armijn Pane

Novel Sastra Belenggu Armijn Pane di Jual penerbit Dian Rakyat. Novel ini golongkan kepada Novel Sastra angkatan 40an. Diterbitkan pertama kali di Jakarta tahun 1940. Salah satu novel sastra lama yang paling digemari di Indonesia. Novel belenggu karya Armijn Pane ini sudah lebih modern dan lebih berliku. Sehingga memberikan rasa yang berbeda pada jamannya.

Novel Sastra Belenggu Armijn Pane
Keterangan:
Penerbit Dian Rakyat
Pengarang: Armijn Pane
Kategori Sastra Lama/ Ankatan 40an
Diterbitkan pertama kali tahun 1940
Harga Rp. 60.000,-

Novel ini dianggap melewati pemikiran orang tentang sesuatu hal pada masanya. Sehingga novel ini pernah di tolak oleh balai penerbit, seperti Balai Pusataka. Balai Pustaka adalah perusahaan penerbit buku pada jaman. Novel ini berani mengungkap kehidupan sosial yang tidak patut untuk dibicarakan pada masanya. Penulis di anggap terlalu berani mengungkapkan masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Tapi pada akhirnya novel inilah salah satu novel terbaik pada angkatan pujangga baru.

Baca juga daftar Novel Sastra Lama Indonesia


Sinopsis Novel Sastra Belenggu Armijn Pane

Sukartono atau biasa dipanggil Tono, Sumartini biasa di panggil Tini. Tono adalah seorang dokter yang sangat berdedikasi pada pekerjeaannya. Sedangkan Tini adalah seoarang istri yang cantik dan sebenarnya baik. Mereka di perkenalkan, sehingga mereka menikah.

Ternyata, pernikahan mereka tidak sesuai harapan. Banyak masalah yang timbul diantara mereka. Sehingga saling menyalahkan satu sama yang lain. Tini sebagai istri merasa tidak diperhatikan oleh suaminya, sementara Tono sangat mementingkan pekerjaanya. Yaitu seorang dokter dan membantu orang yang sedang sakit.

Tono yang merasa tidak nyaman dirumahnya sendiri, bertemu dengan seorang gadis teman sekolahnya sewaktu SD. Hal itu diketahui Tini. Akhirnya, Tini dan Tono bercerai.

Kedua insan tersebut berusaha mencari kebahagian masing-masing. Dokter Tono sangat senang membantu orang dan mengobati orang dan bekerja keras untuk mengisi hari-harinya. Tini pindah ke Surabaya.

Alur novel ini diceritakan di Batavia (Jakarta sekarang), dimana pada waktu masih dalam perjuangan kemerdekaan.

No comments :

Post a Comment