Sunday, January 8, 2017

Inilah Novel Sastra Lama Indonesia

Inilah Novel Sastra Lama Indonesia yang ditulis oleh sastrawan Indoneisa dari masa ke masa. Yang ditulis secara resmi dan di pelajari oleh generasi jaman sekarang adalah karya sastra Indonesia dimulai dari tahun 1920an. Hingga jaman tahun 1990an sudah banyak Novel yang di masukkan dalam kategori sastra. Sekarang sudah memasuki tahun 2017. Ada kemungkinan novel yang diterbitkan pada tahun 2000an akan di masukkan dalam kategori sastra.
Novel Sastra Lama Indonesia


Inilah Novel Sastra Lama dan Terbaru di Indonesia
TAHUN PENGARANG, JUDUL, PENERBIT
1920 1. Merari Siregar, Azab dan Sangsara, Balai Pustaka
1922 1. Marah Rusli, Sitti nurbaya, Balai Pustaka
2. Muhammad Kasim, Muda Teruna, Balai Pustaka
3. Nur Sutan Iskandar, Apa Dayaku karena Aku Perempuan, Balai Pustaka
1924 1. Nur Sutan Iskandar, Korban karena Percintaan, Balai Pustaka
1926 1. Nur Sutan Iskandar dan Abdul Ager, Cinta yang Membawa Maut, Balai Pustaka
2. Kejora, Karam dalam Gelombang Percintaan, Balai Pustaka
1927 1. Adinegoro, Darah Muda, Balai Pustaka
2. Abas Dt. Pamoentjak, Pertemuan, Balai Pustaka
3. R. Soengkawa, Nyi Mas Sukmi dan Saudaranya, Balai Pustaka
1928 1. Abdul Muis, Salah Asuhan, Balai Pustaka
2. Adinegoro, Asmara jaya, Balai Pustaka
3. E. Joram, Emas Disangka Loyang, Balai Pustaka
4. Nur Sutan Iskandar, Salah Pilih, Balai Pustaka
5. Zainuddin, Jeumpa Aceh, Balai Pustaka
1929 1. S. Takdir Alisjahbana, Tak Putus Dirundung Malang, Balai Pustaka
2. Tulis Sutan Sati, Sengsara Membawa Nikmat, Balai Pustaka
3. Tulis Sutan Sati, Tak Disangka, Balai Pustaka
4. Suman Hs., Kasih Tak Terlarai, Cetakan IV, Nusantara
1930 1. MW Asmawinangun, Merak Kena Jebak, Balai Pustaka
2. Hamka, Dijemput Mamaknya, Cetakan III, Megabook Store
1931 1. Abdul Muis dan Memed Sastrahadiprawira, Pangeran Kornel, Balai Pustaka
2. Suman Hs., Percobaan Setia, Balai Pustaka
3. M.R. Dayoh, Peperangan Orang Minahasa dan Orang Spanyol, Balai Pustaka
1932 1. Tulis Sutan Sati, Memutuskan Pertalian, Balai Pustaka
2. Abdul Muis, Pertemuan Jodoh, Balai Pustaka
3. S. Takdir Alisjahbana, Dian yang Tak Kunjung Padam, Balai Pustaka
4. Tulis Sutan Sati, Tidak Membalas Guna, Balai Pustaka
5. Paulus Supit, Kasih Ibu, Balai Pustaka
6. Nur Sutan Iskandar, Karena Mertua, Balai Pustaka
7. Ener, Sebabnya Menjadi Hina, Balai Pustaka
8. O.R. Mandank, Narumalina, Balai Pustaka
9. Habib Sutan Maharadja, Nasib, Balai Pustaka
1933 1. Selasih, Kalau Tak Untung, Balai Pustaka
2. Nur Sutan Iskandar/M. Dahlan, Dewi Rimba, Balai Pustaka
3. Nur Sutan Iskandar, Tuba Dibalas Dengan Susu, Balai Pustaka
1934 1. Suman Hs., Pencuri Anak Perawan, Balai Pustaka
2. Nur Sutan Iskandar, Hulubalang Raja, Balai Pustaka
3. Aman Dt. Madjoindo/S. Hardjosomarto, Rusmala Dewi, Balai Pustaka
4. M.R. Dayoh, Pahlawan Minahasa, Balai Pustaka
5. Aman Dt. Madjoindo/S. Hardjosumarto, Sebabnya Rafi’ah Tersesat, Balai Pustaka
1935 1. A. Damhuri, Mencari Jodoh, Balai Pustaka
2. Hamidah, Kehilangan Mestika, Balai Pustaka
3. Nur Sutan Iskandar, Katak Hendak Menjadi Lembu, Balai Pustaka
4. A.A. Panji Tisna, Ni Rawit Ceti Penjual Orang, Balai Pustaka
5. Aman Dt. Madjoindo, Menebus Dosa, Balai Pustaka
6. Aman Dt. Madjoindo, Sampaikan Salamku Kepadanya, Balai Pustaka
7. Muhamad Syah, Dia dan Aku, Balai Pustaka
8. H.S.D. Muntu, Pembalasan, Balai Pustaka
1936 1. A.A. Pandji Tisna, Sukreni Gadis Bali, Balai Pustaka
2. S. Takdir Alisjahbana, Layar Terkembang, Balai Pustaka
1937 1. Nur Sutan Iskandar, Neraka Dunia, Balai Pustaka
2. Selasih, Pengaruh Keadaan, Balai Pustaka
3. M. Nazir, Sapu Tangan Fantasi, Balai Pustaka
1938 1. Hamka, Di Bawah Lindungan Kabah, Balai Pustaka
2. Hamka, Tenggelamnya Kapal van der Wijck, Balai Pustaka
3. A.A. Pandji Tisna, / Swasta Setahun di Bedaluhu, Balai Puslaka
4. Hamka, Karena Fitnah, Balai Puslaka
5. A.A. Pandji Tisna, Dcwi Karunia
1939 1. Ardi Soma, Cincin Setempel, Balai Pustaka
2. Hamka, Merantau ke Deli
3. Hamka, Tuan Direktur
4. Nur Sutan Iskandar, Cinta dari Deli, Balai Pustaka
5. Suman Hs., Tebusan Darah, Balai Pustaka
1940 1. Nur Sutan Iskandar/L. Wairata, Cinta dan Kewajiban, Balai Pustaka
2. S. Takdir Alisjahbana, Anak Perawan di Sarang Penyamun, Balai Pustaka
3. Armijn Pane, Belenggu, Dian Rakyat
4. M.K. Dayoh, Putera Budiman, Balai Pustaka
5. H.S.D. Muntu, Karena Kerendahan Budi, Balai Pustaka
6. Asmara Hadi, Dalam Lingkungan Kawat Berduri
1941 1. Sutomo Djauhar Arifin, Andang Teruna, Balai Pustaka
1945 1. Nur Sutan Iskandar, Cinta Tanah Air, Balai Pustaka
2. Karim Halim, Palawija, Balai Pustaka
1946 1. Nur Sutan Iskandar, Mutiara, Balai Pustaka
2. Nur Sutan Iskandar, Jangir Bali, Balai Pustaka
3. Nur Sutan Iskandar, Cobaan, Balai Pustaka
4. Bagindo Saleh, Adat Muda Menanggung Rindu, Balai Pustaka
1948 1. Arti Purbani, Widiyawati, Balai Pustaka
1949 1. Achdiat K. Mihardja, Atheis, Balai Pustaka
2. Utuy T. Sontani, Tambera, Balai Pustaka
1950 1. Abdul Muis, Surapati, Balai Pustaka
2. Idrus, Aki, Balai Pustaka
3. Mochtar Lubis, Tak Ada Esok, Gapura
4. Mochtar Lubis, Si Jamal, Balai Pustaka
5. Rivai Marlaut, Dokter Haslinda, Gapura
6. Pramoedya Ananta Toer, Dia yang Menyerah, Balai Pustaka
7. Matu Mona, Akibat Perang
8. Matu Mona, Zaman Gemilang, Gapura
9. Pramoedya Ananta Toer, Keluarga Gerilya, Pembangunan
10. Pramoedya Ananta Toer, Perburuan, Balai Rakyat
11. Muhamad Dimyati, Yogya Diduduki, Gapura
12. Kotot Sukardi, Bengawan Solo, Gapura
13. Hamka, Menunggu Beduk Berbunyi
14. S. Rukiah, Kejatuhan dan Hati, Balai Pustaka
15. Zubaedah Subro, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Balai Pustaka
16. Andjar Asmara, Nusa Penida
1951 1. Pramoedya Ananta Toer, Di Tepi Kali Bekasi, Gapura
2. Pramoedya Ananta Toer, Bukan Pasar Malam, Balai Pustaka
3. Pramoedya Ananta Toer, Mereka yang Dilumpuhkan, Balai Pustaka
4. Waluyati Supangat, Pujani, Gapura
5. Hamka, Kenang-kenangan Hidup
6. Abdul Muis, Hendak Berbakti
1952 1. Mundingsari, Jayawijaya, Balai Pustaka
2. Mochtar Lubis, Jalan Tak Ada Ujung, Balai Pustaka
3. El Hakim, Doktei Rimbu
4. Nur Sutan Iskandar, Ujian Masa, Balai Pustaka
1953 1. Abdul Muis, Robert Anak Surapati, Balai Pustaka
2. Pramoedya Ananta Toer, Gulat di Jakarta, Balai Pustaka
3. Nursiah Dahlan, Ami, Balai Pustaka
4. Marah Rusli, La Hami, Balai Pustaka
1954 1. Pramoedya Ananta Toer, Korupsi, Balai Pustaka
2. Pramoedya Ananta Toer, Midali Si Manis Bergigi Emas, Nusantara
3. A.A. Pandji Tisna, Kembali Kepada Tuhan
1955 1. Muhammad Ali, Kubur tak Bertanda, Surabaya
2. Muhammad Ali, Perselujuan dengan Iblis, Surabaya
1956 1. A. Damhuri, Telaga Darali
2. Marah Rusli, Anak dan Kemenakan, Balai Pustaka
1958 1. Ajip Rosidi, Perjalanan Pengantin
2. Toha Mohtar, Pulang, Pembangunan
1959 1. Alexander Tobing, Mekar karena Memar, Balai Pustaka
1961 1. Trisnoyuwono, Pagar Kawat Berduri, Djambatan
1962 1. Motinggo Busye, Tidak Menyenh, Nusantara
2. Nh. Dini, Hati yang Damai, Nusantara
3. Trisnoyuwono, Bulan Madu
4. D. Suradji, Kemboja
5. Toha Mohtar, Gugurnya Komandan Gerilya
6. Matia Madjiah, Kasih di Medan Perang, Balai Puslaka
7. Purnawan Tjondronegoro, Mendarat Kembali, Balai Pustaka
1963 1. Purnawan Tjondronegoro, Mabuk Sake, Balai Pustaka
2. Nasjah Djamin, Hilangnya Si Anak Hilang, Pustaka Jaya
3. Djamil Suherman, Perjalanan ke Akherat, Pembangunan
4. Rivai Ali, Daralt dan Nasib
5. Alexandre Leo, Mendung, Pembangunan
1964 1. Toha Mohtar, Dacrali Tak Bertuan, Pembangunan
2. B. Soelarto, Tanya Nama, Pembangunan
3. Satyagraha Hurip, Sepasang Suami Istri, Pembangunan
4. Soewardi Idris, Di Puncak Bukit Talang,
5. Gerson Poyk, Hari-Hari Pertama
6. Mochtar Lubis, Tanah Gersang, Pembangunan
1965 1. Bokor Hutasuhut, Penakluk Ujung Dunia, Pembangunan
2. Bokor Hutasuhut, Tanali Kesayangan, Pembangunan
3. M. Balfas, Retak
4. Idrus, Hati Nurani Manusia, Pembangunan
5. S.M. Ardan, Nyai Dasima
6. Nasjah Djamin, Helai-Helai Sakura Gugur, Pustaka Jaya
7. Djumri Obeng, Dunia Beluni Kianiat
1966 I. Trisnoyuwono, Surat-Surat Cinta
1967 1. A.A. Navis, Kemarau, Pembangunan
2. Rosihan Anwar, Raja Kecil
3. Dt. B. Jacub, Panggilan Tanah Kelahiran, Balai Pustaka
1968 1. Iwan Simatupang, Meralinya Merah, Gunung Agung
2. Iwan Simatupang, Ziarah, Gunung Agung
3. Nasjah Djamin, Gairati untuk Hidup dan untuk Mati, Pustaka Jaya
4. Nasjah Djamin, Malam Kuala Lumpur, Pustaka Jaya
5. Mochtar Lubis, Senja di Jakarta, Pustaka Jaya
6. Toha Mohtar, Kabul Rendah
7. Toha Mohtar, Bukan Karena Kau
8. Kirdjomuljo, Di saat Rambutnya Terurai
9. Enny Sumargo, Sekeping Hati Peranpuan, Pustaka Jaya
10. Misbach Jusa Biran, Maiyusur Jejak Berdarali, Pustaka Jaya
11. Toha Mohtar, Salali Langkali
1969 1. Mohayus Abukomar, Kota Palopo Terbakar
2. Ras Siregar, Terima Kasih
3. Tahi Simbolon, Ibu, Pembangunan
1970 1. S. Takdir Alisjahbana, Grotta Azzura, Dian Rakyat
2. Luwarsih Pringgoadisurjo, Menyongsong Badai, Pembangunan
1971 1. Ramadhan K.H. Royan Revolusi, Gunung Agung
2. Putu Wijaya, Bila Malam Bertambah Malam, Pustaka Jaya
3. Harijadi S. Hartowardojo, Chang Buangan, Pustaka Jaya
4. Ali Audah, Jalan Terbuka, Litera
1972 1. Iwan Simatupang, Kering, Gunung Agung
1973 1. Putu Wijaya, Telegram, Pustaka Jaya
2. Nh. Dini, Pada Sebuah Kapal, Pustaka Jaya, Jakarta
3. Gerson Poyk, Sang Guru, Pustaka Jaya
4. Idrus, Hikayat Puteri Penelope, Balai Pustaka, Jakarta
1974 1. Wildan Yatim, Pergolakan, Pustaka Jaya
2. Totilawati Tjitrawasita, Hadiah Ulang Tahun, Pustaka Jaya
1975 1. Aoh K. Hadimadja, Dan Terhamparlah Darat yang Kuning, haul yang Biru, Pustaka Jay
2. Iwan Simatupang, Kooong, Pustaka Jaya
3. Mochtar Lubis, Harimau! Harimau!, Pustaka Jaya
4. Mahbub Djunaidi, Dari Hari ke Hari, Pustaka Jaya
5. Nh. Dini, La Barka, Pustaka Jaya
6. Putu Wijaya, Pabrik, Pustaka Jaya
7. Mohamad Diponegoro, Siklus, Pustaka Jaya
8. Harijadi S. Hartowardojo, Perjanjian dengan Maut, Pustaka Jaya
9. Totilawati Tjitrawasita, Sinta Sasanti, Pustaka Jaya
1976 1. Aspar, Arus, Bhakti Baru
2. Aspar, Pulau, Bhakti Baru
3. Iskasiah Sumarto, Astiti Raliayu, Pustaka Jaya
4. Idrus, Hati Nurani Manusia, Pustaka Jaya
5. Kuntowijoyo, Kliotbali di Atas Bukit, Pustaka Jaya
6. Ramadhan K.H., Kenielut Hidup, Pustaka Jaya, Jakarta
7. S. Sinansari Ecip, Perjalanan, Bhakti Baru
1977 1. Aoh K. Hadimadja, Sepi Terasing, Pustaka Jaya Arswendo Atmowiloto, Ttic Circus,
2. Nusa Indah
3. Mochtar Lubis, Maut dan Cinta, Pustaka Jaya
4. Nh. Dini, Namaku Hiroko, Pustaka Jaya
5. Nh. Dini, Keberangkatan, Pustaka Jaya
6. Putu Wijaya, Stasiun,. Pustaka Jaya
7. Canny R. Talibonso, Tunas-Tunas Luruh Selagi Tumbuti, Pustaka Jaya
8. Arswendo Atmowiloto, Semesra Merapi Merbabu, Cypress
9. Marianne Katoppo, Raumanen, Gaya Favorit Press, Jakarta
1978 1. Arswendo Atmowiloto, Bayang-bayang Haur, Nusa Indah
2. Bur Rasuanto, Tuyet, Gramedia
3. Jasso Winarto, Dua Manusia, Indira
4. Korrie Layun Rampan, Upacara, Pustaka Jaya
5. Nh. Dini, Sebuah Lorong di Kotaku, Pustaka Jaya
6. Ramadhan K.H., Keluarga Permana, Pustaka Jaya
7. Suparto Brata, Surabaya, Tumpah Darahku, Surya Raya
8. Titis Basino P.I., Pelabuhan Hati, Pustaka Jaya
9. Th. Sri Rahayu Prihatmi, Di Atas Puing-Puing, Pustaka Jaya
10. S. Takdir Alisjahbana, Kalali dan Meming, Dian Rakyat
11. Marianne Katoppo, Dunia Tak Bermusim, Cypress
12. Putu Wijaya, Keok, Pustaka Jaya
13. Aryanti, Selembut Bunga, Gaya Favorit Press
1979 1. Ashadi Siregar, Jentera Lepas, Cypress
2. Chairul Harun, Warisan, Pustaka Jaya
3. Gerson Poyk, Cumbuan Sabana, Nusa Indah
4. Ismail Maharamin, Dan Perang pun Usai, Pustaka Jaya
5. Muspa Endow, Perjalanan Hitani, Pustaka Jaya
6. Marianne Katoppo, Anggrek Tak Pernah Berdusta, Gaya Favorit Press
7. Musytari Jusuf, Jatuhnya Benteng Batu Pulih, Pustaka Jaya
8. Nh. Dini, Padang Ilalang di Belakang Rumali, Pustaka Jaya
9. Parakitri, Si Bangkok, Gramedia
10. Suprapto Brata, Mata-Mata, Pustaka Jaya
11. Wildan Yatim, Petualangan Tarn, Gaya Favorit Press
12. Yudhistira ANM, Mencoba Tidak Menyerah, Gramedia
13. Nh. Dini, Langit dan Bumi Sahabat Kami, Pustaka Jaya
1980 1. Ahmad Tohari, Kubah, Pustaka Jaya
2. Arswendo Atmowiloto, Martubi dan Juminten, Gramedia
3. Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia,, Hasta Mitra
4. Pramoedya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa, Hasta Mitra
5. Nh. Dini, Sekayu, Pustaka Jaya
1981 1. Garut Kusumo, Pita Merah di Lengan Kiri, Sinar Harapan
2. Hardjana, HP, Yang Tak Tergoyahkan, Balai Pustaka
3. Nasjah Djamin, Dan Senja pun Turun, Sinar Harapan
4. Pipiet Senja, Sepotong Hati di Sudut Kamar, Sinar Harapan
5. Putu Wijaya, Sobat, Sinar Harapan
6. Sori Siregar, Awal Musim Gugur, Nusa Indah
7. Sori Siregar, Susan, Nusa Indah
8. Suparto Brata, Generasi yang Hilang, Kartini Group
9. Wildan Yatim, Tak Ada Lagi Bayang-Bayang
10. Y.B. Mangunwijaya, Burung-Burung Manyar, Djambatan
11. Y.B. Mangunwijaya, Romo Rahadi, Pustaka Jaya
1982 1. Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk, Gramedia
2. A.D. Donggo, Di Persimpangan jalan, Balai Pustaka
3. Gerson Poyk, Giring-giring
4. Gerson Poyk, Seutas Benang Cinta
5. Hardjana HP, Pijar-Pijar Api Perang, Balai Pustaka
6. Matia Madjiah, Liku-Liku Jalan Kehdupan, Balai Pustaka
7. Moerwanto, Lembah Dendam, Balai Pustaka
8. Muhammad Ali, Ibu Kita Raminten, Sinar Harapan
9. Noorca M. Massardi, Mereka Berdua, Gramedia
10. Putu Wijaya, Lho, Balai Pustaka
11. S. Baya, Rindu Kubawa Pulang, Balai Pustaka
12. S. Sinansari Ecip, Kursi Pemilu
13. Sori Siregar, Reuni, Nusa Indah
14. Sori Siregar, Telepon, Balai Pustaka
15. Sori Siregar, Wanita Itu Adalali Ibu, Balai Pustaka
16. Umar Nur Zain, Belantara Ibu Kota, Sinar Harapan
17. Umar Nur Zain, Bu Guru Dwisari, Sinar Harapan
18. Umar Nur Zain, Namaku Wage, Sinar Harapan
1983 1. Budi Darma, Olenka, Balai Pustaka
2. Darman Moenir, Bako, Balai Pustaka
3. Edijushanan, Jeritan Hati di Balik Deburan Ombak
4. Bagin, Topan Menjelang Fajar, Balai Pustaka
5. Gerson Poyk, Requiem untuk Seorang Perempuan
6. M.K. Prayitno, Magelang Kembali, Balai Pustaka
7. Nasjah Djamin, Tresna Atas Tresna
8. Pandir Kelana, Kadarwali, Sinar Harapan
9. Putu Wijaya, Nyali, Balai Pustaka
10. Titis Basino P.I., Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu, Pustaka Jayt
12. Y.B. Mangunwijaya, Roro Mendut, Gramedia
1984 1. Djamil Suherman, Pejuang-Pejuang Kali Pepe
2. Nasjah Djamin, Bukit Harapan, Pustaka Jaya
3. Pandir Kelana, Rintinan Burung Kedasih, Sinar Harapan
4. Sindhunala, Anak Bajang Meriggiring Angin, Gramedia
5. Y.B. Mangunwijaya, Ikan-lkan Hiu, Ido, Homa, Djambatan
1985 1. Ahmad Tohari, Lintang Kanukus Dini Hari. Gramedia
2. Ajip Rosidi, Anak Tanah air, Gramedia
3. Mahbub Djunaidi, Angin Musint, Gunung Agung
4. Moerwanto, kembali Membara, Pustaka Jaya
6. Motinggo Busye, Matiu Proliant, Balai I’ustaka
7. Motinggo Busye, Sanu Infinita Kembar, Gunung Agung
8. Nasjah Djamin, Tiga Puntung Rokok, Pustaka Jaya
9. Nh. Dini, Orang-Orang Tran
10. R. Sukxi Kasean, Terlepas Sebelum Terusap, Sinar Harapan
11. Sori Siregar, Awal Pendakian, Balai Pustaka
12. Wilson Nadeak, Pengadilan Cinta dan Hati Nurani
13. Y.B. Mangunwijaya, Balada Becak, Balai Pustaka
14. Djamil Suherman, Sakcrali
15. Djamil Suherman, Sarip Tandmkoso
1986 1. Ahmad Tohari, Di Kaki Bukit Cibalak, Pustaka Jaya
2. Ahmad Tohari, Jantera Bianglala, Gramedia
3. Arswendo Atmowiloto, Canting, Gramedia
4. Motinggo Busye, Dosa Kita Semua, Balai Pustaka
5. Nh. Dini, Pertemuan Dua Hati, Gramedia
6. Putu Wijaya, Dor, Balai Pustaka
7. Sides Sudyarto D.S., Rona Hati Kekasih
8. Titis Basino P.I., Bukan Rumaliku, Pustaka Jaya
9. Y.B. Mangunwijaya, Genduk Duku, Gramedia
1987 1. Ediruslan PE Amanriza, Panggil Aku Sakai, Balai Pustaka
2. Putu Wijaya, Pol, Pustaka Utama Grafiti
3. Y.B. Mangunwijaya, Lusi Undri, Gramedia
1988 1. Budi Darma, Rafilus, Balai Pustaka
2. Darman Moenir, Dendang, Balai Pustaka
3. Dukut Imam Widodo, Sang Penumpas, Djambatan
4. Gerson Poyk, Poli Woli, Pustaka Umum Grafiti
5. Gerson Poyk, Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal, Pustaka Utama Grafiti
6. Hamsad Rangkuti, Lampu Merah, Sinar Harapan
7. Motinggo Busye, Keberanian Manusia, Balai Pustaka
8. Motinggo Busye, Mataliari dalam Kelam, Balai Pustaka
9. Nasjah Djamin, Ombak dan Pasir
10. Nasjah Djamin, Ibu
11. Ras Siregar, Di Simpang Jalan, Pustaka Karya Grafika Utama
12. Titis Basino P.I., Dataran Terjal, Pustaka Jaya
13. Tunjung Seto, Terbangnya Elang, Balai Pustaka
1989 1. Edijushanan, Jantan, Gramedia
2. Nh. Dini, Jalan Bandungan, Djambatan
3. Pandir Kelana, Tusuk Sanggul Pundak Wangi, Balai Pustaka
4. Luwarsih Pringgoadisuryo, Yang Mulia yang Menentukan, Pustaka Utama Crafiti
1990 1. Abdullah Hussain, Peristiwa Kemerdekaan di Aceh, Balai Pustaka
2. Putu Wijaya, Perang, Pustaka Utama Grafiti
3. Ramadhan K.H., Ladang Perminus, Pustaka Utama Grafiti
4. Haryati Subadio, Getaran-Getaran, Djambatan
5. Suparto Brata, Tak Ada Nasi Lain

Inilah Beberapa Npvel Sastra Lama Indonesia Yang Paling Populer:




No comments :

Post a Comment