Thursday, October 30, 2014

Novel Kembar Keempat

Novel Kembar Keempat
Jual Novel Kembar Keempat, Penulis Sekar Ayu Asmara, diterbitkan Oleh Akoer . Buku dapat anda pesan di toko buku online kami dengan harga murah. Untuk pembelian serta pemesanan dapat menghubungi sales support kami.

Keterangan :
Judul : Kembar Keempat
Pengarang : Sekar Ayu Asmara
Penerbit : PT. Andal Krida Nusantara
Cetakan : 1
Tahun : April 2005
Tebal : 225 halaman
Rp. 49.500,-
Rp. 42.000,-

Sinopsis Novel Kembar Keempat

Lewat karya novelnya yang sukses “Pintu Terlarang” yang diflimkan di layar lebar membawa Sekar Ayu Asmara kembali untuk lebih berkreatif menulis novel “Kembar Keempat” dengan gaya bahasa popular dan gaya misteri memukau serta alur cerita yang lebih lugas, namun tetap imajinatif, mengemasnya dalam mosaic kehidupan, antara cinta, pengorbanan, dan tragedi. Mampu menyihir para pembacanya terhanyut dalam alur cerita sehingga membuat detak jantung anda tidak akan berhenti berdegup kencang. Disamping itu Sekar Ayu membawa pembacanya terlibat dalam kejadian-kejadian dan tempat –tempat yang belum pernah diketahui dan dialami oleh sebagian orang umumnya seperti peristiwa 11 September di WTC New York kita sebagai pembaca seakan-akan hanyut dalam kejadian yang menggemparkan tersebut.

Dari gempita Manhattan, New York sampai romantika Paris, novel KEMBAR KEEMPAT melintas empat benua. Sebuah cerita drama kemanusiaan penuh cinta, airmata dan pengorbanan. Mengisahkan perjuangan manusia meraih kebahagiaan. Dan ketidakberdayaan manusia melawan kebenaran takdir. Novel ini sarat dengan hal – hal yang sifatnya mistis dan berisi banyak sekali mitos – mitos, misalanya nasehat kepada masyarakat bahwa “Memisahkan bayi kembar seperti menanam bibit bencana” yang terlukis dalam cerita novel “Kembar Keempat”. Di sisi lain juga peranan arwah atau roh dari Nyonya Sumitha dan juga roh “Jay”. Maka bagi pecinta hal mistis novel ini bisa jadi menyenangkan untuk dibaca.

Tokoh dari cerita ini diawali dengan Axena gadis empatbelas tahun asal panti asuhan Jogya. Nasib mengubah hidup, keberuntungan membawanya ke Manhattan, New York. Wajahnya menjadi ikon kecantikan berkat kontrak jutaan dollar Diva Cosmetics. Panggung busana internasional melambungkan namanya sebagai supermodel dunia. Rencana pernikahannya dengan sutradara film Yahudi seakan melengkapi kebahagiaannya.

Tokoh kedua adalah Havana Sitompoel perempuan berkepala botak, berayah Tapanuli beribu Turki. Lulusan sekolah khusus anak-anak cerdas dan berbakat di London, Inggris. Bekerja-lepas pada kepolisian Istanbul, khusus memotret korban bunuh diri. Tingkat intelegensia tinggi seakan tak berdaya, ketika seorang pelukis membelenggu dirinya dalam hubungan cinta terlarang.

Kemudian Bhara, Bhadra dan Bhajra Pusponegoro saudara kembar-tiga memiliki kepribadian yang berbeda. Bhara yang extrovert, ceria dan paling banyak bicara, temperamental, Susana hati berubah dalam sejenyik jari. Bahjra si kembar bungsu, cenderung introvert, pemurung, serius dan pendiam. Ia paling sering hanya mendengarkan dan mengamati. Bhadra si kembar tengah, memiliki sifat perpaduan kedua saudara kembarnya. Serupa dalam tampan, berbeda dalam bakat. Bhara penyanyi, mengikuti audisi drama musikal berjudul The Prince of Bali di pentas Broadway. Bhadra pencipta lagu, karyanya mewakili Indonesia di ajang kompetisi tingkat internasional. Bhajra sutradara film dokumenter, menjelajah nusantara mengabadikan warisan budaya. Namun kiprah mereka meraih masadepan, dibayangi rahasia gelap masalalu.

Tiga kembar Bhara, Bhadra dan Bhajra masing-masing bertemu dengan gadis pujaan mereka Axena, Havana dan Bunga sampai kemudian terjadi hubungan kebablasan yang menghasilkan Axena dan Havana hamil di luar nikah. Walau pada kenyatannya ternyata mereka menyadari bahwa mereka adalah saudara sekandung bahkan saudara kembar. Dalam novel ini digambarkan bagaimana keenam kembar bisa terpisahkan satu dengan yang lain. Padahal mitos yang berkembang anak kembar tidak boleh dipisahkan dan jika dipisahkan maka itu adalah sumber bencana. Maka nasib yang paling tragis adalah yang menimpa kembar keempat.

Walau akhirnya nasib tragis juga menimpa Axena, Havana dan Bunga. Demikian pula arwah Nyonya Sumitha dan Arwah Jay membayangi perjalanan hidup para kembar tersebut. Dalam novel ini juga digambarkan hubungan batin yang kuat antara para kembar walaupun mereka terpisahkan oleh jarak dan waktu. Di akhir cerita dipaparkan bahwa orang kembar tidak bisa dipisahkan dan selalu bersama. Dengan menggunakan bahasa sastra yang puitis, maka buku ini bisa menjadi referensi bagi pecinta sastra. Sekaligus pula buku ini banyak menggambarkan kehidupan masyarakat Bali juga menggambarkan kehidupan seniman yang sedang “go internasional”. Maka buku ini bisa menjadi alternatif bacaan bagi siapa saja yang ingin mencari nuansa baru dalam cerita fiksi. Namun buku ini digambarkan kelewat bombastis sehingga sangat terkesan melebih – lebihkan cerita. Jika cerita yang ditampilkan lebih membumi dan lebih realistis maka buku ini akan lebih menarik untuk dibaca.

No comments :

Post a Comment