Thursday, October 30, 2014

Novel Imperia

Novel Imperia
Jual Novel Imperia, Novel perdana Akmal Nasery Basral, wartawan majalah Tempo. Diterbitkan oleh AKOER pada tahun 2005. Judulnya diambil dari patung wanita abad pertengahan: Imperia. Patung ini setinggi 7-8 meter dan diletakkan di dekat danau bonanza di kota kecil konstansz, Jerman. Petung ini bukanlah patung pahlawan, patung pemimpin negeri atau patung orang terkemuka, melainkan patung seorang pelacur Italia yang hidup di abad 14. Mungkin bisa diangap sebagai patung orang "berpengaruh" tergantung dari sisi mana kita melihat "pengaruh" itu. Buku dapat anda pesan di toko buku online kami dengan harga murah. Untuk pembelian serta pemesanan dapat menghubungi sales support kami.

Keterangan :
Judul Imperia
Pengarang Akmal Nasery Basral
penerbit Akoer , 2005
tebal 422 halaman

Rp. 49.500,-
Rp. 42.000,-

Sinopsis Novel Imperia

Di awal membaca novel ini, pembaca akan dibawa pada nuansa drama thriller, pembunuhan seorang pengacara muda yang flamboyan, Rangga Tohjaya. Pembunuhan dilakukan oleh pembunuh bayaran dengan sangat kejam. Mayatnya diletakkan di tempat yang tidak terlalu sepi dan tidak terlalu ramai di daerah Sukabumi, sengaja digeletakkan agar ditemukan oleh massa. Pengacara muda ini dulunya hidup dengan gayanya yang sangat royal, mungkin karena terbiasa hidup di lingkungan para artis karena semasa hidupnya, dia biasa menjadi pengacara selebritis dan pernah menjadi pengacara MC. Empat tahun sebelum pembunuhan terjadi.

Alur cerita pada novel ini tidak tersruktur, cukup variatif, bolak-balik (aku tidak tahu istilah tepatnya di dunia literasi, hehehe). Secara cepat dan terpisah, cerita beralih ke seorang jurnalis muda, Wikan Larasati yang baru saja diterima majalah mingguan ibukota, Dimensi. Fresh graduated dari FISIP UI dengan predikat Cumlaude dan mempunyai kemampuan Extra Sensory Perception seperti telepati, psikokinesis, prekognisi dan clairvoyance.
Di awal karirnya, dia mendapat tugas untuk meliput konfernsi pers launching album kelima Sang Diva. Tanpa diduga di awal liputannya, dia mendapat kesempatan untuk mewancarai Sang Diva secara lebih private dan eksklusif, hanya berdua. Sayangnya, MC menginginkan perbincangan mereka off the record. MC lebih mendominasi percakapan, gayanya yang sanguinis membuat Wikan -tanpa disadari- hanya menjadi pendengar setia. Wikan tidak mendapat info apapun dari perbincangan mereka, namun perbincangan inilah yang nantinya akan melibatkan Wikan dalam investigasi pembunuhan pengacara muda Rangga Tohjaya sampai ke konstanz.

Dari beberapa bukti yang diperoleh, mengarahkannya bahwa MC mungkin terlibat dalam pembunuhan ini. Suami MC sempat diwawancarai oleh wartawan dari koran lain, tapi nihil, tidak ada berita apapun yang bisa dikorek darinya. Beberapa kabar menyatakan bahwa MC terbang ke Eropa, tepatnya ke konstanz. Di kota inilah semua kebenaran terkuak.

Cerita mengalir dengan gaya bahasa yang ngepop. Sayangnya, dari awal sebenarnya kisah ini sudah bisa ditebak (dibuktikan bahwa tebakanku tentang si pembunuh benar!). Selain itu, ending yang cukup mendadak dan mengagetkan terkesan dibuat-buat untuk segera mengakhiri cerita. Tokoh Wikan yang diseting sebagai detektif pun juga kurang dieksplor kemampuannya dan pemecahan masalah juga bukan karena kemampuan Wikan! Novel ini juga kaya dengan pengetahuan baru, bisa dikatakan novel ini sarat dengan referensi. Disayangkan lagi justru referensi-referensi ini agak membiaskan cerita karena tidak mendukung jalannya cerita dan dianggap tidak perlu dihadirkan. Terlepas dari itu, Penulis mampu mengajak pembaca terus membuka lembar demi lembar novel ini. Latar belakang penulis sebagai wartawan Tempo juga membuat novel ini cukup hidup ketika menceritakan detail dunia redaksi.

No comments :

Post a Comment